Namun, mereka menjelaskan menegaskan strategi tersebut bukan berupa pemangkasan harga. “Telkomsel tidak melakukan penurunan harga; sebaliknya, perusahaan meningkatkan data yield pada dua paket pada April 2026,” tulis dua analis tersebut.
Mereka menjelaskan, peluncuran paket berdurasi pendek ini ditujukan untuk menyesuaikan pola belanja pelanggan sekaligus menjaga risiko penurunan Average Revenue Per User (ARPU).
Selain itu, strategi ini juga untuk menawarkan paket yang lebih terjangkau dengan masa aktif lebih singkat guna meringankan pengeluaran pelanggan.
Sementara itu, PT Indosat Tbk (ISAT) cenderung mempertahankan strategi yang stabil. IM3 hanya menambah beberapa paket baru di segmen bawah Rp50 ribu dengan dampak terbatas, sementara Tri tidak mencatat perubahan signifikan pada penawaran produk.
Di sisi lain, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) atau XL justru meningkatkan daya tarik paket melalui kenaikan data yield, khususnya di segmen harga rendah. Strategi ini membuat harga rata-rata paket turun, namun nilai yang diterima pelanggan meningkat.