AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

MNC Investama (BHIT) Cetak Pendapatan Rp12,40 Triliun hingga Kuartal III-2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 02 Desember 2021 15:09 WIB
Pendapatan PT MNC Investama Tbk (BHIT) dan entitas anak Rp12,40 triliun hingga kuartal III-2021.
MNC Investama (BHIT) Cetak Pendapatan Rp12,40 Triliun hingga Kuartal III-2021(Dok.MNC Media)
MNC Investama (BHIT) Cetak Pendapatan Rp12,40 Triliun hingga Kuartal III-2021(Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT MNC Investama Tbk (BHIT) dan entitas anak melaporkan kinerja keuangan dengan sejumlah pencapaian pada periode Januari - September 2021 atau hingga kuartal III tahun ini.

Emiten induk yang bergerak di bidang industri, pertambangan, transportasi, pertanian, konstruksi, jasa hingga perdagangan milik Hary Tanoesoedibjo ini mampu membukukan total pendapatan bersih mencapai Rp12,40 triliun. Torehan tersebut meningkat 14,63% dibandingkan periode sama tahun 2020 senilai Rp10,81 triliun.

Secara rinci pendapatan bersih dari segmentasi media berkontribusi sebesar Rp9,90 triliun, naik dari periode sama tahun lalu sebesar Rp8,5 triliun. Pendapatan dari segmen lembaga keuangan juga mencapai Rp1,86 triliun dari Rp1,73 triliun, pendapatan lain-lain sebesar Rp632,43 miliar, sebagaimana tertulis dalam Laporan Keuangan MNC Investama kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (1/12/2021).

Kenaikan pendapatan turut mendongkrak beban langsung / direct cost BHIT mencapai Rp6,58 triliun, dari periode sama tahun lalu sebanyak Rp5,69 triliun. Alhasil, laba kotor perseroan mencapai Rp5,81 triliun, naik 13,51% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp5,12 triliun.

Setelah dikurangi beban umum, administrasi, keuangan, pajak, kurs, hingga lainnya, maka BHIT membukukan laba bersih periode berjalan senilai Rp1,76 triliun, meroket 114,19% dari laba bersih periode sama tahun 2020 sejumlah Rp822,4 miliar.

Perseroan juga mampu memaksimalkan pendapatan dari selisih kurs penjabaran laporan keuangan senilai Rp4,21 miliar, dan menambah jumlah penghasilan komprehensif perseroan periode berjalan mencapai Rp1,72 triliun.

Adapun pemilik entitas induk menyerap penghasilan komprehensif perseroan senilai Rp334,09 miliar. Capaian tersebut positif mengingat pada periode sama tahun lalu perseroan membukukan rugi komprehensif senilai Rp47,36 miliar.

Perhitungan tersebut membawa laba per saham perseroan mencapai Rp4,87, atau naik dari sebelumnya minus Rp3,63.

Posisi aset BHIT per 30 September 2021 adalah senilai Rp63,95 triliun, lebih tinggi dari posisi aset yang dicapai perseroan pada 30 Desember 2020 sebesar Rp59,48 triliun.

Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas perseroan per 30 September 2021 masing-masing sebesar Rp26,96 triliun  dan Rp36,99 triliun.

Sedangkan posisi kas dan setara kas akhir periode per 30 September 2021 sejumlah Rp3,14 triliun, naik dari periode sama tahun 2020 senilai Rp2,04 triliun. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD