Selain lebih terjangkau, Kautsar menyebut ETF memiliki keunggulan dari sisi transparansi dan kemudahan transaksi. Investor dapat mengetahui aset yang dikelola manajer investasi melalui informasi yang dipublikasikan di situs BEI maupun perusahaan manajer investasi.
"Kita menjaga transparansi bahwa dana yang dikelola oleh manajer investasi itu terpublikasi dan dapat diketahui dibelikan apa saja. Yang terakhir, kita bisa beli lewat mobile trading dengan mudah dan bisa mendiversifikasi portofolionya dengan saham maupun emas," jelasnya.
Sementara itu, Senior Associate Quantitative Research PT Indo Premier Investment Management, Willy Sofyan Simamora menjelaskan, aset dasar yang digunakan dalam ETF emas terbitan Indo Premier Investment Management adalah Electronic Gold Receipt (EGR) yang diterbitkan PT Pegadaian. Nilai aktiva bersih ETF tersebut akan mengikuti pergerakan harga EGR yang diperbarui setiap hari oleh Pegadaian.
Dalam mekanismenya, terdapat manajer investasi, dealer partisipan, bank kustodian, serta Pegadaian yang terlibat dalam ekosistem ETF emas. Produk dengan kode ticker XGLD tersebut diperdagangkan melalui pasar primer dan pasar sekunder.
Willy menjelaskan, perbedaan harga antara kedua pasar tersebut dapat memunculkan kondisi premium maupun diskon. Mekanisme pasar dan transaksi arbitrase antara pasar primer dan sekunder turut membantu menjaga harga ETF agar mengikuti nilai aset dasarnya.