AALI
12175
ABBA
187
ABDA
6250
ABMM
3020
ACES
980
ACST
159
ACST-R
0
ADES
5800
ADHI
690
ADMF
8050
ADMG
179
ADRO
3120
AGAR
330
AGII
1985
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1015
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
292
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.41
-0.53%
-2.86
IHSG
6878.83
-0.51%
-35.32
LQ45
1011.28
-0.46%
-4.65
HSI
20079.32
-0.16%
-32.78
N225
26713.08
-0.13%
-35.06
NYSE
15290.38
1.69%
+254.51
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Naik 176 Persen Sejak IPO, Wahana Inti Makmur (NASI) Masuk Radar UMA

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 21 Januari 2022 10:58 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dalam radar pantauan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dalam radar pantauan. (Foto: MNC Media)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dalam radar pantauan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dalam radar pantauan karena dinilai mengalami peningkatan harga yang tidak wajar yang masuk dalam kategori di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Emiten produsen dan distributor beras ini tercatat menguat secara masif sejak pembukaan perdagangan di awal tahun Senin 3 Januari 2022 yang saat itu berakhir di Rp236.

Kendati baru saja IPO pada 13 Desember 2021, penguatan harga saham NASI berlangsung fluktuatif seiring dengan sejumlah koreksi di beberapa hari terakhir.

Perhitungan perdagangan awal tahun hingga Kamis 20 Januari 2022, NASI telah menguat 81,35% di harga Rp428, dan sempat menyentuh all time highnya di Rp440. Apabila dihitung dari harga perdana IPO di Rp155, maka kenaikan NASI telah tembus sebanyak 176,12%

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham NASI yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal," demikian isi surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, Kamis (20/1/2022).

Pada perdagangan Jumat pagi (21/1/2022), hingga pukul 09:56 WIB, NASI terpantau mengalami koreksi -12 poin atau -2,80% di Rp416, dengan transaksi sebanyak 13,16 juta lembar senilai Rp5,64 miliar.

BEI mencatat perseoran memberikan informasi terakhir pada 10 Desember 2021 yang berkaitan soal pencatatan saham perdana perseroan.

Dengan masuknya saham NASI ke dalam radar UMA, BEI meminta investor untuk terus mencermati kinerja perusahaan yang bersangkutan dalam keterbukaan informasi.

BEI juga meminta investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.

Otoritas tertinggi pasar modal itu juga mengharapkan para investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD