Saham Meta Platforms turut menguat setelah Reuters melaporkan perusahaan tersebut berencana memproduksi chip AI mulai September mendatang. Laporan tersebut kembali mengangkat sentimen positif terhadap saham-saham teknologi.
Sepanjang 2026, S&P 500 telah menguat sekitar 10 persen dan kini hanya berjarak kurang dari 1 persen dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 2 Juni lalu. Menjelang musim laporan keuangan kuartalan, analis memperkirakan laba emiten dalam indeks S&P 500 tumbuh rata-rata 24 persen secara tahunan, dengan sektor teknologi menjadi kontributor utama.
Di sisi makroekonomi, jumlah klaim baru tunjangan pengangguran di AS turun pada pekan lalu yang menandakan pasar tenaga kerja masih relatif stabil meski pertumbuhan lapangan kerja melambat pada Juni. Di saat yang sama, risalah rapat Federal Reserve menunjukkan sejumlah pejabat sempat mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebelum akhirnya memutuskan mempertahankannya.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember 2026. Di sisi lain, rasio price-to-earnings (P/E) forward S&P 500 turun menjadi sekitar 20 kali dari 21 kali sebulan sebelumnya, mencerminkan valuasi pasar yang sedikit lebih moderat.
Meski demikian, ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian setelah Teheran mengklaim menyerang target militer AS di Kuwait, Qatar, dan Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Iran sehari sebelumnya. Namun, sentimen positif dari sektor chip dan AI mampu mengimbangi kekhawatiran tersebut sehingga mendorong penguatan Wall Street.
(Rahmat Fiansyah)