sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Nasdaq Merosot 2 Persen dan S&P Turun dalam Empat Minggu Imbas Konflik Timur Tengah

Market news editor Febrina Ratna Iskana
21/03/2026 06:08 WIB
Wall Street tercatat merosot ke penurunan empat minggu berturut-turut karena terpukul oleh sentimen konflik di Timur Tengah.
Nasdaq Merosot 2 Persen dan S&P Turun dalam Empat Minggu Imbas Konflik Timur Tengah. (Foto: AP Photo)
Nasdaq Merosot 2 Persen dan S&P Turun dalam Empat Minggu Imbas Konflik Timur Tengah. (Foto: AP Photo)

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak karena para pedagang menjualnya. Sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti utilitas dan teknologi ikut terpukul.

Aksi jual obligasi yang terus berlanjut sejak dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari semakin dalam pada Jumat, menyebabkan imbal hasil melonjak dan menekan pasar saham.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun terakhir naik 10 basis poin menjadi 4,384 persen. Angka tersebut telah melonjak 32 basis poin sejak awal konflik Iran.

Sementara itu, obligasi pemerintah AS 2 tahun yang lebih sensitif terhadap suku bunga naik 6 basis poin menjadi 3,894 persen, menambah kenaikan 42 basis poin untuk bulan ini.

"Semuanya masih tentang minyak dan suku bunga, dan keduanya bergerak lebih tinggi hari ini. Kenaikan imbal hasil, yang sekarang berada pada level tertinggi sejak Agustus lalu, menekan area yang sensitif terhadap suku bunga seperti utilitas dan real estat, sementara harga minyak yang tinggi membuat kekhawatiran geopolitik tetap menjadi perhatian utama," kata kepala investasi dan kepala strategi pasar di Truist, Keith Lerner, kepada Investing.com.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement