Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada level 429,85 atau terkoreksi 1,69 persen secara bulanan dan 2,49 persen secara ytd. Pada saat yang sama, rata-rata imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) meningkat sebesar 40 basis poin secara bulanan atau 96,22 basis poin secara ytd.
Meski pasar obligasi bergerak dinamis, minat investor asing terhadap SBN masih positif. Sepanjang Juni 2026, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp22,43 triliun, berbalik dari posisi net sell Rp3,70 triliun pada Mei 2026. Adapun di pasar obligasi korporasi, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp0,07 triliun.
Secara global, OJK menilai indikator ekonomi masih menunjukkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi pasar meski terdapat perbedaan kondisi antarnegara.
Amerika Serikat dinilai masih resilien dengan pasar tenaga kerja yang kuat meskipun inflasi meningkat, sementara Tiongkok masih menghadapi lemahnya konsumsi domestik dan investasi swasta. Di Eropa, aktivitas ekonomi masih tertahan oleh lemahnya permintaan meski sektor manufaktur mulai menunjukkan perbaikan.
(Shifa Nurhaliza Putri)