IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai dampak dari adanya evaluasi indeks oleh S&P Dow Jones Index (DJI) yang mengancam turunkan klasifikasi pasar modal RI ke frontier market relatif lebih kecil.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, kalaupun ada outflow atau arus keluar modal asing, maka jumlahnya relatif tidak besar.
Sebab aset kelolaan oleh indeks provider global itu punya porsi yang lebih kecil di Indonesia. Hasan Fawzi mengatakan, dana kelolaan (asset under management/AUM) yang mengikuti indeks S&P dan berinvestasi di pasar saham Indonesia juga relatif lebih kecil dibandingkan dana yang mengacu pada indeks MSCI maupun FTSE.
"Kalau kita lihat memang dibandingkan dengan indeks provider lainnya seperti MSCI dan FTSE, besaran nilai total asset under management di bawah indeks S&P yang terkait dengan bursa kita relatif lebih kecil," kata Hasan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, manajer investasi yang mengelola dana pasif wajib menyesuaikan portofolionya dengan komposisi indeks acuan. Oleh karena itu, arus dana baru akan terjadi apabila penyedia indeks memutuskan menghapus atau menurunkan bobot saham tertentu dalam indeksnya.
"Di titik saat ini belum ada keputusan men-downgrade atau mengeluarkan konstituennya. Jadi tentu belum ada potensi exit dimaksud," ujarnya.
Hasan menegaskan OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) terus membangun komunikasi dengan berbagai penyedia indeks global, termasuk S&P, sebagaimana sebelumnya dilakukan dengan MSCI dan FTSE.
Menurut dia, komunikasi tersebut bertujuan memahami berbagai masukan dan perhatian dari penyedia indeks agar regulator dapat memberikan respons melalui kebijakan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kita akan betul-betul mendengarkan apa yang menjadi concern mereka, yang sekiranya dapat kemudian kita berikan jawabannya secara utuh dan sesuai dengan ketentuan yang ada," katanya.
Sebelumnya, OJK telah menggulirkan sejumlah reformasi pasar modal untuk meningkatkan daya saing Bursa Efek Indonesia. Langkah tersebut antara lain melalui peningkatan transparansi struktur kepemilikan saham, pengungkapan konsentrasi kepemilikan, serta mendorong peningkatan porsi free float emiten guna memperdalam likuiditas pasar.
Hasan menegaskan berbagai pembenahan tersebut akan terus dikawal secara konsisten sebagai upaya memperkuat kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.
(kunthi fahmar sandy)