Kinerja bank-bank besar menunjukkan pertumbuhan kredit masih berjalan, meski tekanan margin dan risiko kualitas aset tetap membayangi.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat laba bersih sembilan bulan 2026 sebesar Rp45,2 triliun, naik 4,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pada kuartal III saja, laba meningkat 5,6 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ).
Kredit BBCA tumbuh 12,6 persen YoY, didukung segmen korporasi dan usaha kecil menengah (UKM).
Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) turun menjadi 1,8 persen, sedangkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tetap kuat di level 27,5 persen.
Namun, net interest margin (NIM) turun menjadi 5,4 persen dari 5,8 persen setahun sebelumnya akibat persaingan ketat.