Rasio LaR naik 93 basis poin QoQ menjadi 6,76 persen, meski NPL bruto tercatat 1,02 persen dengan rasio pencadangan 235 persen.
CGSI pun memangkas target harga BMRI menjadi Rp4.300 dari Rp5.500.
Perbaikan NIM dan pendapatan berbasis komisi menjadi faktor penting bagi prospek valuasi saham, sementara kualitas kredit tetap perlu dicermati.
Di Luar Perbankan, Kinerja Emiten Terbelah
Sejauh ini, di luar perbankan, kinerja emiten juga memperlihatkan perbedaan yang lebar.
Pada sektor konsumsi dan perkebunan, menurut data yang dihimpun Mirae Asset per Rabu (28/10), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat lonjakan laba sembilan bulan 2026 sebesar 76,9 persen YoY.
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan pertumbuhan 44,4 persen, sedangkan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) masing-masing tumbuh 24,2 persen dan 25,2 persen.