Laba BMRI pada kuartal III-2026 mencapai Rp15,1 triliun, naik 0,6 persen QoQ dan 14 persen YoY.
Capaian sembilan bulan tersebut setara 80 persen dari proyeksi CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) dan konsensus Bloomberg untuk tahun penuh.
Manajemen menaikkan target pertumbuhan kredit 2026 menjadi 9-11 persen dari sebelumnya 7-9 persen.
Target rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio/CIR) juga diperketat menjadi 37-39 persen dari 39-41 persen, sementara rasio pembagian dividen dipertahankan pada 75-80 persen.
Meski demikian, CGSI menyoroti NIM BMRI yang turun sekitar 25 basis poin secara kuartalan menjadi sekitar 4,2 persen akibat kenaikan biaya dana.