IDXChannel - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) membukukan kinerja keuangan yang resilien pada tahun buku 2025. Capaian itu didukung oleh pertumbuhan pendapatan serta profitabilitas yang stabil di tengah dinamika industri kesehatan yang terus berkembang dan tekanan geopolitik yang masih berlangsung.
OMED mencatat penjualan bersih sebesar Rp2,06 triliun, meningkat 9 persen secara tahunan dibandingkan Rp1,89 triliun pada tahun 2024. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat 15 persen menjadi Rp717,5 miliar, dengan margin laba bruto membaik menjadi 35 persen dari sebelumnya 33,1 persen.
Direktur Marketing & Sales OMED, Louis Krisnadi Hartanto mengatakan, peningkatan margin ini mencerminkan efisiensi biaya produksi serta perbaikan bauran produk ke arah produk dengan margin yang lebih tinggi. Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp391 miliar, tumbuh 12 persen dengan margin usaha sebesar 19 persen, yang mencerminkan pengelolaan biaya yang stabil di tengah ekspansi usaha perseroan.
Laba bersih meningkat 14 persen menjadi Rp367 miliar dibandingkan Rp322 miliar pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba per saham (EPS) meningkat menjadi Rp13,57 dari Rp11,89.

Kinerja sepanjang tahun didukung oleh pertumbuhan pada sejumlah segmen usaha utama, yaitu produk medis sekali pakai dan habis pakai tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 49 dari total pendapatan, tumbuh sebesar 9 persen.
Segmen perawatan luka mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 16 persen, didorong oleh peningkatan volume penjualan dan peluncuran produk baru Isoplast. Segmen antiseptik dan dialisis tumbuh 9,6 persen, didukung oleh kenaikan volume penjualan serta peluncuran produk baru.
Segmen bioteknologi dan laboratorium membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 30 persen. Lalu segmen diagnostik dan peralatan medis mengalami penyesuaian sebesar 7 persen sejalan dengan dinamika permintaan pasar.
Kinerja ini mencerminkan stabilitas model bisnis OMED yang didukung oleh portofolio produk yang terdiversifikasi serta jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia.
Memasuki tahun 2026, OMED mempertahankan pandangan yang konstruktif terhadap prospek pertumbuhan industri alat kesehatan nasional meskipun dihadapkan pada tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan potensi tekanan harga energi.
OMED menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun pada 2026 atau tumbuh di kisaran 10–15 persen. Selain itu, perseroan juga menargetkan margin laba bruto berada pada kisaran awal 30 persen dan Penjualan ekspor mencapai USD1-USD1,5 juta.
“Target tersebut akan didukung oleh penguatan distribusi domestik, pengembangan produk dengan margin lebih tinggi, ekspansi pasar ekspor, serta peningkatan efisiensi operasional yang berkelanjutan," kata Louis.
(Rahmat Fiansyah)