AALI
9875
ABBA
324
ABDA
6600
ABMM
1435
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
348
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1300
ALKA
304
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.87
-1.14%
-5.85
IHSG
6655.17
-1.06%
-71.21
LQ45
949.49
-1.07%
-10.27
HSI
24656.46
-1.24%
-309.09
N225
27588.37
0.24%
+66.11
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
847,156 / gram

Omicron Masih Menghantui, Saham Sektor Kesehatan Berpotensi Terus Menguat

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Senin, 10 Januari 2022 17:04 WIB
Meski dibayangi varian Omicron, saham-saham sektor kesehatan masih berpotensi menguat.
Omicron Masih Menghantui, Saham Sektor Kesehatan Berpotensi Terus Menguat
Omicron Masih Menghantui, Saham Sektor Kesehatan Berpotensi Terus Menguat

IDXChannel - Indeks emiten sektor kesehatan mulai menguji level-level tertinggi yang terbukti bahwa sejak Agustus 2021 trennya memang sedang naik. Meski dibayangi varian Omicron, saham-saham sektor kesehatan masih berpotensi menguat.

VP Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Al Fatih mengatakan, kenaikan tersebut sejalan dengan saham-saham sektor kesehatan tersebut sedang menguji level tertingginya.

"Mungkin dalam 1-2 hari ini masih ada kenaikan dan mungkin barangkali juga nanti dikaitkan juga dengan berita-berita makro yang ada dan itu mungkin terjadi koreksi-koreksi, tetapi untuk idx health ini selama dia tidak turun dibawah 1460 maka potensi dia membuat all time high itu masih cukup tinggi," kata Al Fatih dalam 2nd Session Closing IDX, Senin (10/1/2022).

Menurut dia, tren kenaikan juga dibantu oleh satu momentum yaitu penanganan Covid-19 dan ditambah lagi sedikit goncangan saat pengumuman suku bunga tetapi potensi kenaikannya masih cukup besar, dengan catatan meskipun ada koreksi tapi tidak turun dibawah 1460 untuk IDX health.

Momentum penanganan Covid-19 dengan adanya vaksin booster jelas mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan emiten-emiten sektor kesehatan. Pengamatan Al Fatih di kelompok masyarakat yang mampu, keinginan untuk mengambil vaksin booster itu cukup besar.

"Jadi dengan adanya partisipasi swasta saya rasa pendapatannya akan meningkat, karena sebelumnya dari biaya pemerintah jadi biaya marginnya lebih terbatas," katanya.

Menurut Al Fatih, kebutuhan akan kesehatan itu seringkali membuat harga tidak rasional. Sehingga ada beberapa sektor yang diuntungkan perihal ini.

Beberapa emiten sektor kesehatan mengalami kenaikan, Al Fatih mengungkapkan bahwa untuk Kalbe Farma ruang penguatan masih ada, namun kenaikan cukup terbatas. Sedangkan IRRA, targetnya jauh lebih tinggi dan terlihat ada tren kenaikan kedepanya.

Kemudian untuk emiten rumah sakit, kata Al Fatih, pastinya terpengaruh secara sentimen. Sejak Desember 2021 sudah ramai penguatan, lanjut Al Fatih ada resisten yang harus dilampaui sekitar 1.150 dan 1.200 - 1.220.

Saham emiten farmasi atau alkes di BEI yang naik per 10 Januari 2022:
1. SOHO 6.375 menjadi 7.850
2. KLBF 1.615 menjadi 1.720
3. KAEF 2.430 menjadi 2.480
4. INAF 2.230 menjadi 2.250
5. SIDO 865 menjadi 965
6. IRRA 1.975 menjadi 2.120
7. DVLA 2.750 menjadi 2.870
8. TSPC 1.500

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD