Saham seperti ITMG dan PTBA diperkirakan menawarkan imbal hasil dividen dua digit, masing-masing di kisaran 13-15 persen dan 10,5-12 persen.
Sementara itu, saham perbankan daerah seperti BJTM dan BJBR dinilai stabil dengan yield di kisaran 7-8 persen.
Kemudian, saham big caps seperti ADRO, ASII, hingga UNTR tetap menawarkan yield kompetitif di tengah ekspansi bisnis dan dinamika sektor komoditas.
Selain tema dividen, rilis kinerja kuartal I-2026 akan menjadi penentu arah berikutnya.
Jika emiten mampu mencatatkan pertumbuhan laba dua digit di tengah suku bunga tinggi, kondisi ini dinilai dapat memicu re-rating valuasi ke arah yang lebih optimistis.