Investor disarankan tidak menempatkan seluruh dana pada satu sektor, melainkan mengombinasikan saham defensif seperti perbankan dan konsumsi non-siklikal dengan saham berbasis pertumbuhan, misalnya sektor pertambangan.
Ia juga mengingatkan agar investor tidak mengalokasikan seluruh dana sekaligus. Dalam kondisi IHSG yang masih berfluktuasi, pendekatan pembelian bertahap (averaging) dinilai lebih bijak.
“Kita tidak pernah tahu di mana posisi ‘bottom’ sebenarnya sampai ia sudah lewat,” kata Nafan.
Faktor lain yang turut diperhatikan adalah peran Danantara dalam mendorong proyek strategis, terutama di sektor hilirisasi mineral dan energi baru terbarukan (EBT).
Kejelasan eksekusi proyek dinilai berpotensi menarik kembali minat investor institusi global ke pasar ekuitas Indonesia.