Kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait daftar konsentrasi kepemilikan saham (high shareholding concentration/HSC) juga berpotensi memicu volatilitas jangka pendek pada saham-saham konglomerasi besar.
Dalam skenario pasar, IHSG diperkirakan menguji kisaran level 8.046 hingga 8.312, dengan area support di 6.744.
Secara sektoral, saham energi, industri, dan siklikal saat ini menjadi pemimpin, sementara sektor keuangan dan non-siklikal masih dominan meski mulai melemah.
Singkatnya, strategi investasi yang disarankan Nafan mencakup fokus pada saham dengan dividen tinggi, pendekatan value investing pada saham undervalued, serta diversifikasi lintas sektor.
Investor juga disarankan melakukan akumulasi bertahap seiring volatilitas pasar yang masih tinggi.