AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Pandemi, Laba Produsen Keramik Ini Justru Meroket hampir 50 Persen

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Senin, 08 Maret 2021 17:00 WIB
Di tengah Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) justru mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang.
Pandemi, Laba Produsen Keramik Ini Justru Meroket hampir 50 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Di tengah Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) justru mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang. Perusahaan yang bergerak dalam memproduksi keramik ini mencatatkan kenaikan laba bersih 49,9 persen.

Chief Financial Officer Arwana Citramulia, Rudy Sujanto mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun sulit bagi Perseroan dimana tahun lalu situasi Indonesia berada di tengah krisis, resesi ekonomi dan pandemi Covid-19. 

"Arwana pada tahun 2020 bisa membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 49,9 persen dan laba bersih kita bukukan pada posisi Rp323 miliar pada tahun 2020," ujar Rudy dalam Public Expose ARNA secara virtual, Senin (8/3/2021).

Rudy menambahkan, penjualan bersih Arwana tumbuh 2,8 persen menjadi Rp2,2 triliun pada tahun 2020 dan dari segi laba bersih, Arwana berhasil meningkatkan efisiensi operasional sehingga margin laba bersih bertumbuh dari 10 persen pada tahun 2019 menjadi 14,6 persen pada tahun 2020. 

"Pertumbuhan penjualan bersih yang kita sertai dengan perbaikan margin laba bersih menjadi faktor pengganda bagi pertumbuhan laba bersih," kata dia.

Dia juga menjelaskan bahwa volume penjualan produk keramik Arwana tumbuh 2 persen itu disertai mix penjualan yang lebih baik, sehingga harga jual rata-rata bisa dibukukan tumbuh 0,9 persen.

Selain itu, biaya operasional juga dibukukan lebih efisien terutama biaya penjualan yang turun sekitar 5 persen secara unit cost atau turun sekitar Rp200 per m². 

Hal ini dimungkinkan karena biaya pengiriman di regional Sumatera yang turun karena kebutuhan keramik untuk regional Sumatera dipenuhi dengan produksi Plant IV B yang mulai beroperasi di semester II-2019.

"Dari segi efisiensi, kontribusi terbesarnya adalah di konsumsi gas dari segi cost biaya produksi di 30 persen dan memberikan kontribusi penghematan sekitar Rp27 miliar," ucapnya.

Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar hari ini diputuskan bahwa di tahun ini ARNA akan membayar dividen per saham dengan nilai Rp30 per saham atau mendekati sekitar 60 persen daripada total laba bersih tahun 2020. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD