AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Pasar Modal Mulai Pulih, Ini Alasan Minat Investor Bangkit

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 04 Maret 2021 17:30 WIB
Pasar modal Indonesia saat ini sudah mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat anjlok di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.
Pasar modal Indonesia saat ini sudah mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat anjlok di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Pasar modal Indonesia saat ini sudah mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat anjlok di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Hal itu ditunjukkan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali menyentuh level 6.000.

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Roger MM, menilai bahwa pada transaksi pasar saham lebih ramai pada Maret 2021. Hal itu disebabkan beberapa faktor yang membuat pasar lebih atraktif sehingga akan memancing minat investor pasar modal bertransaksi.

“Salah satunya jika dilihat secara musiman, Maret menjadi bulan para perusahaan melakukan publikasi laporan keuangan emiten bursa. Di tengah musim itu, Mirae Asset Sekuritas mencatat ada beberapa sektor yang diprediksi mencatatkan laba lebih baik secara tahunan maupun kuartalan,” jelas Roger dalam konferensi pers virtual, Kamis (4/3/21). 

Sektor tersebut adalah bahan baku seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT. Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Timah Tbk (TINS), dan PT. Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Posisi kedua yaitu sektor barang konsumsi primer seperti PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT. Malindo Feedmill Tbk (MAIN).

Posisi ketiga adalah sektor Energi seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Keempat yaitu sektor kesehatan seperti PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). 

“Beberapa dari emiten tersebut di atas sudah merilis laporan keuangan tahun buku 2020 seperti AALI, LSIP, JPFA, ITMG, INCO, dan SIDO,” tandasnya.

Roger mengatakan, ada beberapa emiten yang diprediksi memberikan dividen per lembar saham dengan cukup tinggi, salah satunya PTBA. “Dari aksi right issue, sekurangnya ada empat emiten yang siap menggelar aksi penambahan modal tersebut yaitu FREN, CENT, ENRG, ARTO, dan SAME. Aksi korporasi lain yang rencananya digelar pada “bulan tiga” adalah stock split yang akan di lakukan oleh emiten ERAA,” pungkasnya.

Ketiga faktor utama tersebut diprediksi akan membuat nilai transaksi bursa pada Maret dapat lebih ramai daripada Februari. “Rata-rata per harinya bisa mencapai sekitar Rp 15 trilun,” tandas Roger. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD