Nilai nominal bersifat administratif dan menjadi dasar pencatatan modal saham. Sementara itu, harga penawaran saham mencerminkan jumlah yang bersedia dibayarkan investor, yang ditentukan melalui mekanisme penawaran dan permintaan.
Artinya, harga penawaran mencerminkan kesepakatan antara perusahaan dan investor, dengan mempertimbangkan prospek bisnis, kondisi pasar, serta sentimen industri.
“Kami sepenuhnya mematuhi ketentuan ini. Nilai nominal saham biasanya berbeda dari harga penawaran saham (saat saham dipesan). Harga penawaran saham mencerminkan jumlah yang bersedia dibayarkan investor yang ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan,” tulis manajemen Goto dalam pernyataan resminya.
Dalam praktik akuntansi, selisih antara harga penerbitan saham dan nilai nominal dicatat sebagai tambahan modal disetor (agio saham), sementara nilai nominal maupun harga penerbitan keduanya tercatat dalam laporan keuangan perusahaan.
Dalam konteks GoTo, manajemen menjelaskan bahwa nilai nominal dan harga pemesanan saham telah diuraikan secara jelas dalam laporan keuangan perseroan, yang diaudit oleh kantor akuntan publik independen dan dapat diakses oleh publik.