Secara rinci, LSIP diperkirakan mencatat penurunan laba terdalam hingga 51 persen secara kuartalan menjadi Rp310 miliar.
Sementara itu, laba PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) diproyeksikan turun sekitar 35 persen secara kuartalan, seiring peningkatan penggunaan pupuk.
AALI diperkirakan mencatat penurunan paling moderat, sekitar 20 persen, ditopang oleh ketahanan volume penjualan.
Ke depan, tekanan biaya pupuk diperkirakan masih berlanjut. Kenaikan harga pupuk hingga USD275 per ton atau melonjak 37 persen dibandingkan rata-rata 2025 dipicu gangguan pasokan gas akibat ketegangan di Timur Tengah.
Tender pengadaan pupuk untuk paruh kedua 2026 diperkirakan akan dilakukan pada level harga yang lebih tinggi ini.