Spread kredit negara seperti Mesir dan Turki melebar karena dampak perang yang berpotensi memukul perekonomian mereka. Bahkan spread Arab Saudi, raksasa minyak dunia, juga melebar. Mesir dan Turki juga sangat rentan terhadap kenaikan biaya energi dan pangan.
Spread indeks obligasi pasar berkembang JPMorgan (EMBI) antara utang dolar negara berkembang dan obligasi pemerintah AS melebar 17 basis poin menjadi 268 basis poin sejak akhir Februari. Sementara itu, spread Mesir bertambah 44 basis poin dan Turki melebar 36 basis poin.
Sebaliknya, spread Angola dalam periode yang sama justru menyempit 39 basis poin menjadi 504 basis poin.
Ketidakpastian besar terkait konflik tersebut, dengan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap infrastruktur energi negara-negara Teluk serta penutupan Selat Hormuz yang vital, membuat investor semakin berhati-hati untuk mengambil posisi besar di berbagai aset.
(NIA DEVIYANA)