"Kemampuan komunikasi publik juga menjadi faktor krusial. Di tengah kondisi pasar yang sensitif terhadap isu dan sentimen, Ketua OJK harus mampu menyampaikan arah kebijakan secara jelas, konsisten, dan menenangkan, sehingga pasar tidak terjebak dalam kepanikan akibat ketidakpastian informasi," kata dia.
Saat ditanya soal siapa kandidat yang cocok mengisi Ketua Dewan Komisioner OJK, Hendra menyatakan internal OJK memiliki banyak figur yang cukup tepat.
"Jika menilik sumber calon, figur dari internal OJK memiliki keunggulan dalam memahami struktur pengawasan, regulasi, serta persoalan teknis yang selama ini menjadi tantangan pasar modal, seperti kualitas tata kelola emiten, likuiditas perdagangan, free float, dan praktik transaksi yang menyimpang," ujar dia.
Namun, dia mewanti-wanti figur internal juga dituntut membawa perspektif baru agar OJK tidak terjebak dalam pendekatan yang terlalu birokratis dan defensif.