"Bahkan semangat keberlanjutan itu kini telah menjadi keunggulan kompetitif bagi kami, yang mendorong inovasi sekaligus menjaga stabilitas operasional Perseroan," ujar Vita.
Vita menjelaskan, salah satu terobosan utama SIG adalah optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).
Selain berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) industri, inisiatif ini juga menjadi solusi atas persoalan limbah sekaligus membuka nilai ekonomi baru, termasuk bagi sektor pertanian melalui pemanfaatan biomassa.
Tak hanya itu, lanjut Vita, pihaknya juga terus memperluas pemanfaatan energi bersih melalui pemasangan panel surya di berbagai unit operasional serta pemanfaatan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengonversi panas buang menjadi listrik.
"Upaya tersebut membuahkan hasil dengan penurunan intensitas emisi GRK cakupan 1 sebesar 21 persen dibandingkan baseline 2010, serta penurunan emisi cakupan 2 sebesar 15 persen dibandingkan baseline 2019," ujar Vita.