sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penguatan Dolar AS Masih Jadi Ancaman bagi Rupiah pada Pekan Depan

Market news editor Anggie Ariesta
21/06/2026 14:25 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak stabil dalam sepekan terakhir meski ancaman masih akan datang pada pekan depan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak stabil dalam sepekan terakhir meski ancaman masih akan datang pada pekan depan. (Foto: iNews Media Group)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak stabil dalam sepekan terakhir meski ancaman masih akan datang pada pekan depan. (Foto: iNews Media Group)

"Saya akan ke teknikal dulu di mana USD kemungkinan besar akan berada di kisaran 99,200 (DXY) kemudian resistennya itu adalah 101,700 ya sepertinya indeks dolar ini akan kembali menguat," tulis Ibrahim dalam risetnya, Minggu (21/6/2026).

"Kemudian untuk rupiah sendiri, saya sudah membuat rilis kemarin di hari Jumat dan internal itu ya salah satu fundamentalnya itu resisten nya dalam minggu depan di Rp17,600-Rp18,000 per dolar AS ya karena melihat USD-nya ke 101,700," imbuhnya.

Ibrahim menguraikan terdapat empat pilar utama yang menjadi motor penggerak keperkasaan indeks dolar AS saat ini, yang meliputi dinamika geopolitik, arah kebijakan politik internal AS, kebijakan ketat bank sentral AS (The Fed), serta faktor permintaan dan penawaran global.

"Masalah geopolitik, kedua masalah kebijakan politik di Amerika, kemudian yang ketiga itu masalah kebijakan bank sentral Amerika di bawah Kevin Walsh, yang keempat yang keempat itu adalah supply dan demand," kataIbrahim.

Dari klaster geopolitik global, perhatian pasar tertuju pada eskalasi di Timur Tengah dan Eropa Timur. Meski AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata elektronik 60 hari untuk membuka Selat Hormuz, pelanggaran tembak-menembak antara Israel dan Lebanon membuat situasi kembali tegang. Iran bahkan mengancam akan menutup kembali jalur komersial vital tersebut.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement