sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penguatan Dolar AS Masih Jadi Ancaman bagi Rupiah pada Pekan Depan

Market news editor Anggie Ariesta
21/06/2026 14:25 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak stabil dalam sepekan terakhir meski ancaman masih akan datang pada pekan depan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak stabil dalam sepekan terakhir meski ancaman masih akan datang pada pekan depan. (Foto: iNews Media Group)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak stabil dalam sepekan terakhir meski ancaman masih akan datang pada pekan depan. (Foto: iNews Media Group)

Kecemasan ini diperparah oleh peringatan Presiden Donald Trump terkait larangan pungutan transit serta fakta bahwa cadangan minyak AS diprediksi menipis dalam empat pekan ke depan. Di saat yang sama, serangan Rusia ke Ibu Kota Ukraina (Kyiv) ikut mengerek harga minyak dan dolar AS sebagai aset aman (safe haven).

Faktor kedua yang disoroti adalah lanskap politik AS pada tahun 2026 yang bergerak semakin unilateral di bawah kendali Donald Trump pasca-perjanjian minyak dengan Iran. AS kini memfokuskan energinya pada perang dagang global menjelang pemilu paruh waktu (midterm election) pada akhir 2026.

"Kebijakan perpolitikan Amerika Serikat di bawah Donald Trump ya bergeser menjadi lebih unilateral dan proteksionis ya kita lihat bahwa pada periode pertama Trump menjadi presiden pun juga berfokus terhadap proteksionis nah kita lihat bahwa fokus utama pasca perjanjian perdamaian antara Amerika dan Iran kita tangani Trump akan fokus terhadap perang dagang akan fokus terhadap perang dagang melalui tarif resiprokal," kata Ibrahim

Kebijakan proteksionisme ini diwujudkan lewat pengaktifan kembali tarif resiprokal berkisar 10 hingga 12,5 persen terhadap 60 negara mitra dagangnya guna menyeimbangkan neraca perdagangan AS. Indonesia bahkan ikut terdampak aturan ini.

"Indonesia sendiri juga terkena perjanjian resiprocal trade dengan tarif ekspor sebesar 19 persen itu yang pertama kemudian yang kedua tentang dinamika politik ya paroh waktu tahun 2026 didominasi oleh konstelasi pemilu paruh waktu yang begitu menentukan. Kenapa? ya menentukan kalau seandainya legislatif-legislatif Partai Republik dikalahkan oleh Partai Demokrat sehingga kebijakan-kebijakan Trump ke depan kemungkinan besar sangat sulit untuk mengontrol politik yang ada di Kongres," katanya.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement