Sementara investor yang memesan di atas Rp100 juta juga dalam penjatahan terpusat mendapatkan porsi 0,17 persen. Artinya, jika memesan sekitar Rp1 miliar atau 60 ribu lot, mendapatkan sekitar 100 lot atau setara Rp1,68 juta.
Sesuai POJK 41/2020 dan SEOJK 15/2020, IPO RLCO masuk dalam kategori penawaran umum I di bawah Rp250 miliar.
Mengacu aturan ini, alokasi penjatahan terpusat (pooling allotment) ditetapkan minimal Rp20 miliar, sedangkan sisanya masuk dalam penjatahan pasti (fixed allotment) yang mencakup investor institusi dan individual dengan modal besar. Adapun alokasi saham untuk penjatahan terpusat ritel (di bawah Rp100 juta) dan non-ritel (di atas Rp100 juta) dipatok 1:2.
(Rahmat Fiansyah)