Rendahnya rasio COGS terhadap penjualan menandakan proses produksi berjalan sangat efisien dan margin laba kotor yang lebih besar. PEHA juga memangkas biaya pemasaran dan distribusi sebesar 27,8 persen.
Perseroan juga memangkas kewajiban (liabilitas) pada 2025 sebesar Rp959,70 miliar atau turun 7,45 persen dibandingkan dengan tahun 2024 Rp1,04 tril. Keberhasilan dalam memangkas kewajiban telah mendorong peningkatan ekuitas pada akhir 2025 menjadi Rp427,5 miliar, naik 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp393,1 miliar.
Ida menambahkan, inovasi juga menjadi kunci penting untuk menyokong pertumbuhan penjualan. Hasil riset terbaru yang dihasilkan tim R&D Phapros menurutnya telah secara signifikan meningkatkan penjualan pada tender obat program pemerintah.
"Di tengah persaingan industri farmasi yang semakin ketat, Phapros terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing perusahaan terutama dengan komitmen pada pemenuhan CPOB terkini dan menjadikan kepuasan konsumen sebagai fokus utama dalam bisnisnya," pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)