sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penjualan Meningkat, Phapros (PEHA) Cetak Laba Rp27,4 Miliar pada 2025

Market news editor Rahmat Fiansyah
01/04/2026 18:12 WIB
PT Phapros Tbk (PEHA) mencetak laba bersih Rp27,4 miliar pada 2025, berbalik dari rugi bersih pada 2024 yang mencapai Rp290,6 miliar.
PT Phapros Tbk (PEHA) mencetak laba bersih Rp27,4 miliar pada 2025, berbalik dari rugi bersih pada 2024 yang mencapai Rp290,6 miliar. (Foto: Ist)
PT Phapros Tbk (PEHA) mencetak laba bersih Rp27,4 miliar pada 2025, berbalik dari rugi bersih pada 2024 yang mencapai Rp290,6 miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Phapros Tbk (PEHA) mencetak laba bersih Rp27,4 miliar pada 2025. Capaian ini membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang merugi Rp290,6 miliar. 

Performa positif PEHA didorong oleh pertumbuhan penjualan hingga dua digit dan keberhasilan strategi efisiensi operasional. Phapros membukukan penjualan sebesar Rp940,88 miliar, naik 26,3 persen secara tahunan.

Kenaikan penjualan terjadi di seluruh segmen produk. Segmen obat bebas tanpa resep dokter (over the counter/OTC) naik 43,2 persen, segmen obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,9 persen, dan segmen ethical melesat hingga 54,9 persen.

Selain itu, perusahaan juga mampu menekan biaya produksi barang atau beban pokok penjualan (cost of goods sold/COGS) sebesar 5,41 persen menjadi Rp448,37 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp474,03 miliar. Performa perusahaan semakin diperkuat dengan kemampuan dalam menekan beban usaha 14,6 persenmenjadi Rp406,4 miliar.

Plt. Direktur Utama Phapros, Ida Rahmi Kurniasih mengatakan, kinerja positif ini merupakan hasil dari langkah strategis perusahaan melakukan transformasi bisnis dan pemasaran dan optimalisasi portofolio produk yang turut menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan penjualan. Perseroan juga terus melakukan efisiensi biaya produksi melalui sejumlah inovasi di berbagai lini dan peningkatan efektivitas distribusi sehingga berhasil memangkas beban usaha secara signifikan.

"Pencapaian ini merupakan hasil dari lima strategi perbaikan kinerja yang secara konsisten dijalankan oleh perusahaan. Perbaikan fundamental bisnis telah mendorong pertumbuhan penjualan semua segmen sehingga berhasil mengembalikan profitabilitas perusahaan yang berkelanjutan," katanya melalui keterangan resmi, Rabu (1/4/2025). 

Ida menilai, kinerja keuangan tahun 2025 menjadi pijakan yang bagus untuk memperkuat kinerja keuangan dan profitabilitas yang berkelanjutan ke depannya. Phapros, tegas dia, berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnis dan portofolio produk serta melakukan strategi transformasi baik di aspek core business maupun supporting.

Penguatan disiplin Sales and Operation Planning, peningkatan kompetensi tim Pemasaran, penataan kerja sama dengan distributor, strategi portofolio produk, dan efisiensi biaya yang ketat menurutnya terbukti mampu membalikkan kinerja fundamental perseroan dari rugi menjadi untung. 

"Penataan portofolio produk berhasil meningkatkan penjualan di seluruh segmen produk baik OTC, OGB, dan ethical," ujarnya.

Strategi cost restructuring, imbuh dia, juga terbukti berhasil dalam melakukan efisiensi produksi. Hal itu dapat terlihat dari penurunan COGS sebesar 5,41 persen. Rasio COGS terhadap penjualan pada 2025 juga turun signifikan menjadi 47,6 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 63,6 persen. 

Rendahnya rasio COGS terhadap penjualan menandakan proses produksi berjalan sangat efisien dan margin laba kotor yang lebih besar. PEHA juga memangkas biaya pemasaran dan distribusi sebesar 27,8 persen.

Perseroan juga memangkas kewajiban (liabilitas) pada 2025 sebesar Rp959,70 miliar atau turun 7,45 persen dibandingkan dengan tahun 2024 Rp1,04 tril. Keberhasilan dalam memangkas kewajiban telah mendorong peningkatan ekuitas pada akhir 2025 menjadi Rp427,5 miliar, naik 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp393,1 miliar. 

Ida menambahkan, inovasi juga menjadi kunci penting untuk menyokong pertumbuhan penjualan. Hasil riset terbaru yang dihasilkan tim R&D Phapros menurutnya telah secara signifikan meningkatkan penjualan pada tender obat program pemerintah. 

"Di tengah persaingan industri farmasi yang semakin ketat, Phapros terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing perusahaan terutama dengan komitmen pada pemenuhan CPOB terkini dan menjadikan kepuasan konsumen sebagai fokus utama dalam bisnisnya," pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement