IDXChannel - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp65,53 miliar untuk memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan usaha. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (5/6/2026).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui alokasi dana cadangan sebesar Rp1 miliar. Sementara sisa laba bersih sebesar Rp64,53 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan yang akan digunakan untuk memperkuat likuiditas operasional, membiayai pengembangan bisnis strategis, serta mendukung ekspansi Perseroan.
Sepanjang 2025, IRRA membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,1 triliun atau tumbuh 12,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih Perseroan juga meningkat 23,03 persen menjadi Rp65,53 miliar dari Rp53,3 miliar pada 2024.
Kenaikan laba tersebut mendorong margin laba bersih (net profit margin) meningkat menjadi 5,96 persen. Sementara total aset Perseroan tercatat mencapai Rp2,43 triliun hingga akhir 2025.
Dari sisi kontribusi bisnis, segmen Diagnostik In Vitro menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai penjualan Rp693,48 miliar. Disusul segmen alat kesehatan elektromedik steril sebesar Rp347,94 miliar, alat kesehatan non-elektromedik Rp52,88 miliar, serta produk kesehatan lainnya Rp5,91 miliar.
Direktur Utama IRRA, Heru Firdausi Syarif, mengatakan pertumbuhan industri alat kesehatan nasional masih membuka peluang besar bagi Perseroan untuk memperkuat peran dalam mendukung layanan kesehatan di Indonesia.
“Pertumbuhan pesat industri alat kesehatan mencerminkan optimisme menuju kemandirian sektor kesehatan nasional. Selaras dengan kebijakan pemerintah, melalui tema Advancing Care, Transforming Lives, kami akan terus memastikan kelancaran distribusi alat kesehatan demi meningkatkan efektivitas perawatan dan akurasi diagnosis di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Heru dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang, Perseroan telah menyiapkan tiga strategi utama pada 2026. Pertama, meningkatkan kapasitas penjualan dan memperluas jaringan distribusi di berbagai daerah. Kedua, memperkuat kerja sama strategis dengan sektor swasta, pemerintah, serta prinsipal baru guna memperluas portofolio produk. Ketiga, meningkatkan fokus pada penjualan produk Alat Kesehatan Dalam Negeri (AKD), pengembangan teknologi medis seperti minimally invasive surgery, serta partisipasi dalam program kesehatan nasional.
Menurut Heru, fleksibilitas organisasi menjadi faktor penting untuk menghadapi perubahan pasar yang semakin dinamis.
“Kondisi industri saat ini menuntut kami untuk bergerak lebih cepat. Melalui strategi ini, manajemen ingin memastikan Perseroan tidak hanya responsif terhadap peluang baru, tetapi juga memiliki pondasi operasional yang siap menghadapi kebutuhan di lapangan,” katanya.
Memasuki paruh pertama 2026, manajemen melihat permintaan terhadap alat kesehatan steril dan alat deteksi penyakit masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Dengan dukungan kinerja keuangan yang solid dan penguatan modal dari laba ditahan, Perseroan optimistis target bisnis tahun ini dapat tercapai sesuai rencana.
“Perseroan berkomitmen untuk tetap adaptif dalam menyesuaikan dinamika pasar sekaligus mendukung agenda transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan pemerintah,” ujar Heru.
Sekadar informasi, selain menyetujui penggunaan laba, RUPST juga mengesahkan perpindahan kantor pusat Perseroan ke ITS Tower Lantai 21, Jalan KH Guru Amin No.18, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
(Shifa Nurhaliza Putri)