AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4310
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7325
ADHI
740
ADMF
8275
ADMG
166
ADRO
4150
AGAR
296
AGII
2210
AGRO
605
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
107
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
314
ALDO
670
ALKA
290
ALMI
380
ALTO
168
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.25
0.13%
+0.71
IHSG
7082.46
0.1%
+7.07
LQ45
1012.51
0.09%
+0.88
HSI
18031.15
-0.31%
-56.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Penonton Bioskop Makin Ramai, Laba MD Pictures (FILM) Naik 244 Persen di Semester I-2022

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 31 Juli 2022 05:06 WIB
PT MD Pictures Tbk (FILM) dan anak usahanya mencatatkan kenaikan laba bersih 244,87% di semester I-2022.
Penonton Bioskop Makin Ramai, Laba MD Pictures (FILM) Naik 244 Persen di Semester I-2022 (Dok.MNC)
Penonton Bioskop Makin Ramai, Laba MD Pictures (FILM) Naik 244 Persen di Semester I-2022 (Dok.MNC)

IDXChannel - Seiring dengan melonggarnya pembatasan, konsumsi film layar lebar semakin meningkat. Hal tersebut memberikan keuntungan bagi PT MD Pictures Tbk (FILM) dan anak usahanya.

Berdasarkan laporan keuangan di semester I/2022, FILM mencatatkan laba bersih senilai Rp124,08 miliar, alias melejit 244,87 persen dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp35,97 miliar.

Lonjakan laba dipicu adanya peningkatan pendapatan FILM perseroan sebesar 116,99 persen menjadi Rp274,32 miliar, dari pendapatan paruh pertama tahun lalu senilai Rp126,41 miliar. Demikian pengumuman perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Sabtu (30/7/2022).

Kontribusi terbesar pemasukan FILM berasal dari penjualan di layar lebar atau bioskop sebesar Rp225,29 miliar, tumbuh signifikan 6.857 persen dari semester pertama tahun 2021 sebesar Rp3,23 miliar.

Berbanding terbalik, penjualan film di segmen digital justru turun 80,94 persen menjadi Rp20,31 miliar, dari sebelumnya Rp106,61 miliar. Sedangkan penjualan film di stasiun televisi naik 71,18 persen sebesar Rp5,12 miliar, dari semula Rp2,99 miliar.

Lebih jauh, perseroan tampak mampu memaksimalkan penyewaan bangunan dan alat shooting masing-masing sebesar Rp12,50 miliar, dan Rp10,66 miliar.

Lonjakan penjualan sejalan dengan meningkatnya biaya promosi menjadi Rp4 miliar, dari semula Rp1,28 miliar. Adapun gaji dan tunjangan karyawan juga meningkat menjadi Rp11,05 miliar dari semula Rp8,15 miliar. Performa paruh pertama tahun ini membuat FILM mencatatkan laba per saham dasar senilai Rp13,15, atau tumbuh dari periode sama tahun lalu sebesar Rp3,84.

Per 30 Juni 2022, FILM mencatatkan total aset sebesar Rp1,59 triliun, lebih tinggi 22,06 persen dari akhir 2021 senilai Rp1,30 triliun. Perseroan mengumumkan perubahan itu berasal dari meningkatnya kas dan setara kasy yang mencapai 371,44 persen akibat kenaikan kas dari penjualan film dan saham treasury. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD