Salah satunya adalah PT Maharaksa Energi Hijau (MEH) yang menjadi kendaraan utama pengembangan proyek energi terbarukan perseroan. Pada 2026, sebanyak 20 persen saham MEH diakuisisi oleh PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebagai bagian dari ekspansi bisnis energi hijau.
Selain itu, OASA juga mendirikan PT Mentari Biru Biomassa (MBB) pada Januari 2024 untuk mengembangkan bisnis biomassa. Dalam perusahaan tersebut, OASA menggenggam 90 persen saham dengan nilai investasi awal sekitar Rp2,7 miliar.
Sementara itu, PT Maharaksa Kapital Indonesia (MKI) berperan sebagai holding atau kendaraan investasi OASA dalam sejumlah proyek energi hijau, termasuk pengendalian atas MEH.
(DESI ANGRIANI)