Pertamina Geothermal, kata Ahmad, berperan strategis dalam mendukung transisi energi lewat pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energibersih yang andal dan berkelanjutan.
“Melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi, kami mendorong pemanfaatan end-to-end panas bumi tidak hanya untuk penyediaan listrik, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah dan mendukung penerapan energi rendah karbon pada fasilitas energi strategis,” ujar Ahmad.
Integrasi panas bumi ke dalam ekosistem operasional terminal ini menjadi bagian dari sinergi lintas entitas di lingkungan Pertamina Group dalam mendukung agenda dekarbonisasi serta menurunkan emisi dari penggunaan listrik untuk kegiatan operasional terminal.
Inisiatif ini juga mencerminkan pengembangan model pemanfaatan EBT yang dapat diterapkan pada fasilitas energi strategis lainnya. Lewat Green Terminal Tanjung Sekong, PGEO berkomitmen untuk terus mengembangkan pemanfaatan panas bumi secara end-to-end.
Termasuk inovasi produk turunan seperti green hydrogen, guna mendukung agenda transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission 2060.