Sebagai gambaran mengenai risiko yang masih mengancam pelayaran dan pasokan minyak, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) pada Selasa melaporkan adanya sebuah kapal tanker yang terkena tiga proyektil saat sedang berlayar keluar dari Selat Hormuz. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun dampak terhadap lingkungan.
Semtimen lainnya, nada Ketua The Fed, Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole bernada hawkish yang memicu kembali ekspektasi bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga paling cepat pada September, serta mendorong lonjakan tajam pada nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor pendek. Menurut perangkat CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 66 persen untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, naik dari sekitar 38 persen sebelum pidato Warsh.
Fokus pasar hari ini adalah rilis data PMI Manufaktur dan JOLTS Job Openings dengan fokus utama minggu ini adalah data ketenagakerjaan utama AS data Nonfarm Payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.740-Rp17.790 per USD.
(NIA DEVIYANA)