Oleh karenanya, pihaknya menyerahkan dua unit sepeda motor operasional untuk Polsek Kuala Kampar serta satu unit mobil patroli dinas untuk Polsek Teluk Meranti.
“Dukungan kendaraan operasional ini penting karena karakteristik wilayah kita sangat luas dan memiliki tantangan geografis tersendiri. Kami ingin memastikan anggota di lapangan memiliki sarana yang memadai untuk menjangkau masyarakat dan memberikan pelayanan secara cepat,” kata Ade.
Di sisi lain, ia menekankan, penanaman 1.000 bibit mangrove memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari implementasi Green Policing Polda Riau. Sebab tanaman tersebut memiliki peran penting sebagai benteng alami pesisir dari abrasi sekaligus menjaga ekosistem dan sumber penghidupan masyarakat.
“Menjaga keamanan tidak bisa dipisahkan dari menjaga lingkungan sebagai ruang hidup masyarakat. Karena itu, melalui Green Policing, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga alam juga merupakan bagian dari menjaga masa depan,” katanya.
Ade melanjutkan, Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digagas Kapolda Riau merupakan bentuk pelayanan yang komprehensif, dengan menggabungkan aspek keamanan, sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Ia pun berharap ekspedisi tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan saja.
“Merah Putih harus hadir bukan hanya sebagai bendera yang kita kibarkan, tetapi menjadi semangat untuk saling menjaga. Menjaga masyarakat, menjaga persatuan, menjaga lingkungan, dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa jauh dari kehadiran negara,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)