AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

PPKM Diperpanjang, Orang Kaya Ogah Belanja

MARKET NEWS
Rina Anggraeni/Sindonews
Jum'at, 22 Januari 2021 11:15 WIB
Pemerintah kembali memperpanjang penerapan selama dua pekan dari 26 Januari sampai 8 Februari. Hal ini berdampak kerugian besar bagi dunia usaha.
PPKM Diperpanjang, Orang Kaya Ogah Belanja (FOTO: MNC Media)

IDXChannel – Pemerintah kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan dari 26 Januari sampai 8 Februari. Hal ini berdampak kerugian besar bagi dunia usaha.

Seperti diungkapkan, Ekonom Core Piter Abdullah. Ia menilai adanya perpanjangan PPKM selama dua pekan akan terus merugikan dunia usaha. Serta tidak akan mendorong daya beli konsumsi. Hal ini dikarenakan masyarakat yang enggan belanja barang mewah. 

"Ditengah pandemi sekarang ini, dibebaskan seperti apapun tetap saja dunia usaha akan mengalami penurunan atau kerugian. Ditengah pandemi sekarang ini sebagian besar masyarakat khususnya kelompok menengah atas akan menahan konsumsi dan tidak  keluar rumah lalu tidak belanja , khususnya belanja barang mewah," kata Piter di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Sementara kelompok masyarakat bawah, tidak bakal menggerakkan konsumsi. Lantaran, daya beli yang menurun. Tapi disisi berbeda, apabila pemberlakuan PPKM tidak diperpanjang akan dikhawatirkan penyebaran virus covid-19 akan terus meningkat.

"Dengan risiko terjadi lonjakan kasus covid yang luar biasa," bebernya. 

Menurutnya, keputusan PPKM itu masih memberikan kesempatan kepada dunia usaha untuk  beroperasi. Tetapi, disisi lain mencegah penyebaran pandemi. 

"Jadi bukan PPKM yang membuat dunia usaha merugi. Memang ditengah pandemi dunia usaha pada umumnya merugi. Pandemi, bukan PPKM yang membuat perekonomian menurun," tutup Piter. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD