sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Proline (PRDL) Akhiri Penawaran Umum IPO Pagi Ini, Siap Listing 9 Juli

Market news editor Rahmat Fiansyah
07/07/2026 07:17 WIB
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) siap mengakhiri periode penawaran umum alias offering pada Selasa (7/7/2026) pagi.
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) siap mengakhiri periode penawaran umum alias offering pada Selasa (7/7/2026) pagi. (Foto: Ist)
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) siap mengakhiri periode penawaran umum alias offering pada Selasa (7/7/2026) pagi. (Foto: Ist)

Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Cristina Sandjaja mengatakan, perseroan adalah salah satu pionir produsen alat kesehatan diagnostik dalam negeri yang telah beroperasi selama lebih dari 14 tahun. 

Proline saat ini memiliki 1.083 SKU yang menjangkau 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota serta dipakai oleh lebih dari 7.600 pelanggan di Indoensia. Jaringan itu mencakup 6.924 puskemas, 288 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten dan kota, serta puluhan institusi kesehatan lainnya.

Cristina juga menilai, prospek industri juga dinilai masih sangat menjanjikan. Pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun pada 2026 serta menargetkan program skrining kesehatan nasional yang menjangkau sekitar 140 juta penduduk. Didukung lebih dari 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia dan fokus pemerintah terhadap deteksi dini penyakit, industri in vitro diagnostics diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau. Dengan jaringan distribusi yang telah mencakup hampir seluruh Indonesia serta dukungan produk ber-TKDN tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan layanan kesehatan nasional," katanya.

Dari sisi kinerja, PRDL juga menunjukkan pemulihan menjelang IPO. Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp74,4 miliar, meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga tumbuh 70,7 persen menjadi Rp16,9 miliar, sedangka EBITDA meningkat 66,9 persen menjadi Rp29,2 miliar, mencerminkan penguatan profitabilitas dan efisiensi operasional. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement