AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Prospek Ekonomi Global Membaik, Harga Minyak Naik Tipis

MARKET NEWS
Okezone
Kamis, 08 April 2021 08:55 WIB
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 42 sen menjadi ditutup pada USD63,16 per barel
Prospek Ekonomi Global Membaik, Harga Minyak Naik Tipis (FOTO:MNC Media)


IDXChannel  - Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah rebound sekitar satu persen sehari sebelumnya, didorong membaiknya prospek pemulihan ekonomi global dan setelah data menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat.

Dilansir dari Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 42 sen menjadi ditutup pada USD63,16 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 44 sen menjadi menetap di USD59,77 per barel di New York Mercantile Exchange.

Stok minyak mentah AS turun 3,5 juta barel pekan lalu, tetapi persediaan bensin melonjak 4,0 juta barel, kata Badan Informasi Energi AS (EIA) dibandingkan dengan ekspektasi dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan bensin 221.000 barel.

“Jika Anda tidak perlu membuat bensin, maka Anda tidak perlu menggunakan lebih banyak minyak mentah,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho Securities.

Harga minyak mendapat dukungan dari indikasi Federal Reserve AS bahwa pembuat kebijakan secara universal optimis dalam prospek ekonomi mereka secara keseluruhan.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (6/4/2021) mengatakan pengeluaran publik yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memerangi Covid-19 akan mendorong pertumbuhan global menjadi 6,0 persen tahun ini, tingkat yang belum tercapai sejak tahun 1970-an, yang juga membantu prospek permintaan bahan bakar, yang juga membantu harga-harga.

Namun, meningkatnya kasus Covid-19 di Amerika, yang menyumbang lebih dari setengah dari semua kematian terkait virus corona minggu lalu, membuat harga tidak bergerak jauh lebih tinggi.

Pasar minyak mentah global juga dapat menghadapi peningkatan pasokan karena Iran dan kekuatan utama dunia mengambil langkah-langkah untuk menghidupkan kembali perjanjian yang membekukan pengembangan senjata nuklir Iran.

Iran dan kekuatan dunia sepakat untuk membentuk kelompok kerja guna membahas kemungkinan menghidupkan kembali kesepakatan 2015 yang dapat menyebabkan Washington mencabut sanksi pada sektor energi Iran dan meningkatkan pasokan minyak.

"Iran adalah satu-satunya risiko pasokan naik terbesar untuk pasar minyak," kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

Harga minyak turun awal pekan ini setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, setuju untuk secara bertahap memangkas pengurangan produksi minyak mulai Mei.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD