Namun, secara historis harga komoditas ini pernah berada di level yang lebih rendah dalam periode yang belum terlalu lama berlalu.
Dari sisi fundamental, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan, tercermin dari rilis CPI terbaru, turut dipengaruhi oleh harga bensin yang lebih murah.
Hal ini mengindikasikan bahwa pasokan minyak, termasuk WTI, masih dalam kondisi cukup dan belum menunjukkan tanda-tanda pengetatan dalam jangka menengah.
Petrucci menambahkan, selama tidak terjadi eskalasi signifikan di Timur Tengah, kecenderungan harga untuk tetap menguji area bawah dalam waktu dekat bukanlah skenario yang keliru.
Dengan suplai yang stabil dan pelaku pasar besar yang relatif tenang, pergerakan WTI sepekan ke depan dinilai masih dibayangi tekanan, meski tetap terbuka ruang rebound teknikal di area atas kisaran tersebut. (Aldo Fernando)