Ia menambahkan, kenaikan harga energi mulai merembet ke biaya makanan dan transportasi, sehingga mendorong ekspektasi inflasi dan menekan sentimen konsumen.
Prospek Sepekan
Secara teknikal, menurut analis FX Empire Vladimir Zernov, minyak WTI berhasil bertahan di atas area resistance USD97,00-USD97,50 dan berpotensi menguji level psikologis USD100,00.
Jika mampu menembus level tersebut, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance USD102,00-USD102,50.
Sementara itu, minyak Brent juga berhasil bertahan di atas USD112,00 dan berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di area USD118,50-USD119,00 yang merupakan level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Zernov menilai, indikator RSI sudah mendekati area overbought, namun momentum kenaikan masih terbuka dalam jangka pendek.