sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prospek Minyak Pekan Ini, Risiko Geopolitik Jaga Tren Penguatan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/03/2026 07:15 WIB
Bahkan jika perang berakhir dalam waktu dekat, pasokan diperkirakan tetap ketat selama beberapa pekan.
Prospek Minyak Pekan Ini, Risiko Geopolitik Jaga Tren Penguatan. (Foto: Freepik)
Prospek Minyak Pekan Ini, Risiko Geopolitik Jaga Tren Penguatan. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga minyak dunia ditutup menguat pada Jumat (27/3/2026) lalu seiring meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap risiko berlanjutnya penutupan Selat Hormuz serta keraguan atas tercapainya kesepakatan cepat untuk mengakhiri konflik.

Kecemasan pasar meningkat menjelang akhir pekan karena potensi gangguan pasokan minyak global masih tinggi. Senior analis StoneX, Arlan Suderman, mengatakan kekhawatiran perang terus membayangi pelaku pasar.

“Ketegangan perang meningkat menjelang akhir pekan,” ujar Suderman dalam catatannya, seperti dikutip Dow Jones Newswires.

Ia menambahkan, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperpanjang tenggat serangan terhadap sektor energi Iran untuk memberi ruang negosiasi, pasar minyak tetap menambah premi risiko karena khawatir pasokan global akan semakin ketat sebelum ada kelegaan yang berarti.

Menurut Suderman, pasokan minyak global berpotensi berkurang hingga 13 persen untuk sementara waktu.

Bahkan jika perang berakhir dalam waktu dekat, pasokan diperkirakan tetap ketat selama beberapa pekan hingga beberapa bulan karena infrastruktur energi membutuhkan waktu untuk diperbaiki.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 5,5 persen ke USD99,64 per barel dan mencatat kenaikan mingguan 1,3 persen.

Sementara itu, Brent menguat 4,2 persen ke USD112,57 per barel dan naik 0,3 persen secara mingguan.

Kepala perusahaan investasi Polar Capital, Dan Boston, mengatakan lamanya penutupan Selat Hormuz akan memperbesar gangguan pasokan sekaligus meningkatkan ketidakpastian harga minyak.

“Semakin lama Selat Hormuz ditutup, semakin besar gangguan yang terjadi dan semakin tinggi ketidakpastian harga minyak,” kata Boston.

Ia menambahkan, kenaikan harga energi mulai merembet ke biaya makanan dan transportasi, sehingga mendorong ekspektasi inflasi dan menekan sentimen konsumen.

Prospek Sepekan

Secara teknikal, menurut analis FX Empire Vladimir Zernov, minyak WTI berhasil bertahan di atas area resistance USD97,00-USD97,50 dan berpotensi menguji level psikologis USD100,00.

Jika mampu menembus level tersebut, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance USD102,00-USD102,50.

Sementara itu, minyak Brent juga berhasil bertahan di atas USD112,00 dan berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di area USD118,50-USD119,00 yang merupakan level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Zernov menilai, indikator RSI sudah mendekati area overbought, namun momentum kenaikan masih terbuka dalam jangka pendek.

Meski demikian, pelaku pasar perlu mencermati bahwa faktor teknikal kerap menjadi kurang dominan ketika arus pasokan fisik minyak terganggu akibat konflik geopolitik. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement