Sebanyak 163 trader ritel atau 63 persen memperkirakan harga emas naik pekan ini, sementara 52 responden atau 20 persen memprediksi logam kuning melemah.
Kemudian, 42 investor lainnya atau 17 persen memperkirakan harga bergerak mendatar.
Pekan ini menjadi pekan perdagangan yang lebih singkat. Pasar AS tutup pada Senin dalam rangka Presidents Day, sementara bursa Kanada juga libur memperingati Family Day.
Libur Tahun Baru Imlek di China turut membuat pasar emas terbesar di dunia menjadi sepi, sehingga pergerakan kecil berpotensi memicu dampak harga yang lebih besar di tengah volume transaksi yang tipis.
Pada Selasa, pasar menantikan rilis Empire State Manufacturing Survey serta keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand pada malam hari.