“Di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang cukup menantang, Perseroan berhasil membukukan kinerja yang solid dan secara konsisten membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham,” ujar Djaja dalam keterangan resminya, Senin (30/3/2026).
Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi memaparkan, hingga akhir Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun, tumbuh 9,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mendorong kenaikan total aset sebesar 6,08 persen menjadi Rp7,37 triliun.
Dari sisi profitabilitas, WOM Finance membukukan laba bersih senilai Rp142,55 miliar. Meskipun ekspansif, Perseroan tetap menjaga kualitas kredit dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross di level 2,17 persen.
“Pencapaian tersebut menunjukkan pengelolaan risiko yang prudent serta penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten di tengah dinamika dan persaingan ketat di industri pembiayaan Indonesia,” kata Lisa.
Guna memperkuat struktur permodalan, WOM Finance juga telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2025 senilai Rp1,5 triliun serta memperoleh tambahan fasilitas kredit perbankan sebesar Rp1,65 triliun.