Sementara pasokan tertekan akibat gangguan di salah satu tambang tembaga terbesar dunia serta kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap produk tembaga.
Prospek AMMN
Prospek AMMN dinilai positif seiring peningkatan produksi tambang, percepatan operasional smelter, serta dukungan harga komoditas yang masih kuat.
Analis UOB Kay Hian Benyamin Mikael menilai AMMN berpotensi memasuki siklus puncak laba baru dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, perusahaan tambang tembaga dan emas tersebut berpeluang mencatatkan laba tertinggi sepanjang sejarah pada 2026.
Proyeksi tersebut didorong oleh pemulihan produksi yang signifikan. UOB Kay Hian memperkirakan produksi tembaga dalam konsentrat AMMN melonjak 124 persen secara tahunan pada 2026, sementara produksi emas diperkirakan melesat 565 persen.
Kenaikan produksi ditopang oleh peningkatan kapasitas pengolahan bijih (mill throughput) dan transisi Tambang Batu Hijau ke Fase 8 yang memiliki kadar bijih lebih tinggi.