Risiko tersebut antara lain berasal dari proses peningkatan kapasitas smelter yang berpotensi lebih lambat dari perkiraan serta kemungkinan harga jual rata-rata emas yang lebih rendah.
Maybank juga menyoroti penghapusan saham AMMN dari indeks standar global MSCI yang berpotensi memengaruhi arus dana investor institusi.
Karena faktor-faktor tersebut, Maybank memangkas proyeksi laba bersih AMMN masing-masing sebesar 28,4 persen untuk 2026, 27,5 persen untuk 2027, dan 25 persen untuk 2028.
Meski menurunkan target harga saham menjadi Rp5.500 dari sebelumnya Rp11.000 per unit, Maybank tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk AMMN.
Sementara, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli AMMN dengan target harga Rp9.000 per saham.