Peningkatan produksi tersebut dinilai terjadi pada saat permintaan tembaga global mulai terdorong oleh ekspansi AI, sehingga memberikan potensi keuntungan baik dari sisi volume produksi maupun harga komoditas.
Selain Batu Hijau, Sucor juga menilai proyek Elang akan menjadi mesin pertumbuhan berikutnya bagi AMMN. Deposit yang berlokasi sekitar 54 kilometer dari tambang Batu Hijau itu merupakan salah satu sistem tembaga dan emas terbesar di dunia yang belum dikembangkan.
Elang diperkirakan memiliki cadangan dan sumber daya sekitar 25 miliar pon tembaga serta 35,1 juta ons emas, dengan potensi nilai penjualan di dalam tanah (in-ground sales value) mencapai sekitar USD270 miliar berdasarkan harga komoditas saat ini.
Sucor menilai proyek Elang menggunakan pendekatan enterprise value (EV) terhadap cadangan (EV-to-reserves) dengan acuan nilai tembaga ekuivalen sebesar USD1,9 per pon.
Proyek tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2031 dan diperkirakan memperpanjang pertumbuhan produksi AMMN hingga dekade berikutnya, ketika permintaan tembaga dari pengembangan AI dan jaringan listrik diperkirakan masih terus meningkat.