Prospek perseroan dinilai semakin menarik seiring meningkatnya permintaan tembaga yang didorong ekspansi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pembangunan infrastruktur kelistrikan global.
Dalam risetnya pada 7 Agustus 2026, Sucor menyebut AMMN merupakan emiten yang paling diuntungkan untuk menangkap potensi AI-driven copper supercycle karena berstatus sebagai produsen tembaga tercatat terbesar di Indonesia.
Lonjakan belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan teknologi besar untuk membangun pusat data AI, jaringan transmisi listrik, serta interkoneksi bertegangan tinggi diperkirakan meningkatkan konsumsi tembaga secara signifikan.
Satu kompleks pusat data AI berskala besar bahkan membutuhkan kandungan tembaga beberapa kali lebih tinggi dibandingkan pusat data konvensional.
Di sisi operasional, proyek Phase 8 Batu Hijau diproyeksikan meningkatkan produksi tembaga AMMN hingga 113 persen secara tahunan pada 2026.