Meski menurunkan target harga menjadi Rp9.000 per saham akibat kenaikan weighted average cost of capital (WACC) menjadi 10,2 persen, Sucor tetap mempertahankan rekomendasi beli.
Dalam valuasinya, tambang Batu Hijau menyumbang sekitar 54 persen dari total nilai perseroan berdasarkan metode discounted cash flow (DCF), sementara proyek Elang dinilai menggunakan metode EV-to-reserves.
Sucor juga menilai valuasi saham AMMN masih menarik karena diperdagangkan pada rasio price-to-earnings (P/E) sekitar 13,5 kali untuk proyeksi 2026 dan 8,6 kali untuk 2027.
Valuasi tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan potensi pemulihan produksi serta kenaikan laba dalam beberapa tahun mendatang. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.