Wacana tersebut dinilai menambah kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan fiskal sektor minerba ke depan.
Sentimen tersebut langsung memukul saham-saham tambang pada perdagangan Jumat (8/5/2026).
Indeks sektor Barang Baku ditutup ambles 7,80 persen, menjadi penurunan terdalam dibanding sektor lainnya di bursa domestik.
Sejumlah saham tambang tercatat anjlok tajam, dipimpin PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) yang merosot hingga auto rejection bawah (ARB) 14,89 persen ke Rp400 per saham. PT Timah Tbk (TINS) juga terkena ARB setelah turun 14,88 persen ke Rp3.490 per saham.
Selanjutnya, PT Indika Energy Tbk (INDY) melemah 14,82 persen, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ambruk 13,89 persen, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 13,71 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) merosot 13,12 persen, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turun 12,22 persen.