sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rencana Pembangunan Madrasah Terintegrasi di IKN Memerlukan Lahan 21 Hektare

Market news editor Binti Mufarida
22/02/2026 15:03 WIB
Madrasah Terintegrasi tersebut diharapkan menjadi solusi pendidikan yang lengkap dan berkualitas bagi warga IKN dan wilayah sekitarnya.
Rencana Pembangunan Madrasah Terintegrasi di IKN Memerlukan Lahan 21 Hektare. (Foto: Kementerian Agama)
Rencana Pembangunan Madrasah Terintegrasi di IKN Memerlukan Lahan 21 Hektare. (Foto: Kementerian Agama)

IDXChannelKementerian Agama berencana membangun madrasah terintegrasi di Ibu Kota Nusantara yang mencakup madrasah jenjang Raudhatul Afthfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).  

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pembangunan kawasan yang terdiri dari bangunan sekolah, bangunan asrama, fasilitas olahraga, masjid, dan fasilitas lainnya itu memerlukan lahan seluas 21 hektare. 

Madrasah Terintegrasi tersebut diharapkan menjadi solusi pendidikan yang lengkap dan berkualitas bagi warga IKN dan wilayah sekitarnya yang terus bertambah seiring perkembangan ibu kota baru. 

“Insya Allah banyak program Kementerian Agama yang harus segera kita wujudkan di sini. Madrasah terpadu dari RA, MI, MTs, dan MA. Direktorat mana, atau aturan bagaimana dari Kementerian Agama, ini akan pindah secara bertahap. Selanjutnya, kita juga akan melihat volume kerja dan sistem kerja di sini,” ujar Menag dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Saat bertemu Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dalam peninjauan lokasi tersebut, 
Basuki menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lahan untuk mendukung rencana pembangunan ini.

Selain membahas pembangunan madrasah, Nasaruddin juga meninjau perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, serta rumah susun Aparatur Sipil Negara. Menag sempat berdialog dengan ASN dan tenaga kesehatan untuk mengetahui pengalaman kerja serta kesiapan layanan di kawasan.

“Saya melihat ini sangat efisien, sangat efektif. karyawannya disiapkan tempat tinggal, kemudian juga kantornya juga sudah siap semuanya. Fasilitas jaringan internet itu semuanya sudah oke. Jadi saya kira teman-teman bisa lebih efisien, efektif, konsentrasi kerja di sini,” lanjutnya.

Menag menambahkan, kesiapan infrastruktur dan sistem kerja di IKN membuka peluang bagi Kementerian Agama untuk menguatkan koordinasi secara vertikal dari pusat hingga daerah tanpa harus terpusat di Jakarta.

“Mudah-mudahan pada waktunya nanti kita Kementerian Agama bisa pertama kali bisa lebih eksis di sini. Karena kita kan vertikal, jadi mengoordinasi seluruh karyawan dari pusat sampai ke bawah itu tidak mesti harus di Jakarta, bisa kita melalui jaringan di sini,” pungkasnya.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement