Nama-nama lainnya, saham PT Argo Pantes Tbk (ARGO) meningkat 13,55 persen, PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) 10,00 persen, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) 8,93 persen, PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) 8,89 persen, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) 5,74 persen, RICY 2,63 persen, dan UCID 1,38 persen.
Rentannya Emiten Tekstil
Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam jurnal InFestasi Vol. 21(1) Juni 2025, kondisi keuangan emiten tekstil di BEI sepanjang periode 2020-2024 masih menunjukkan tingkat kerentanan yang tinggi.
Menggunakan model Altman Z-Score terhadap delapan perusahaan tekstil, riset ini menemukan bahwa separuh dari sampel berada di zona distress, yang mencerminkan tekanan keuangan serius dan risiko keberlanjutan usaha yang besar.
Emiten yang masuk kategori ini adalah PT Argo Pantes Tbk (ARGO), PT Panasia Indo Resources Tbk (delisting), PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), dan PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX).
Tekanan yang berkepanjangan di zona distress juga terbukti berdampak nyata, sebagaimana tercermin pada PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang berada dalam distress zone selama empat tahun berturut-turut sebelum akhirnya dinyatakan pailit pada 2025. Temuan ini menguatkan fungsi Altman Z-Score sebagai indikator dini atas potensi kegagalan finansial di industri tekstil.